Beranda > Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial > Perkembangan Dewasa Lansia (Teori Tentang Proses Menjadi Tua)

Perkembangan Dewasa Lansia (Teori Tentang Proses Menjadi Tua)

Penuaan sesungguhnya merupakan proses dediffensiasi (de-growth) dari sel, yaitu proses terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel.  Ada banyak teori yang menjelaskan masalah penuaan,antara lain :

1. Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory)

Menurut teori ini sel-sel dalam tubuh dirusak oleh serangan yang terus menerus dari partikel kimia oksigen radikal bebas, yaitu Molekul Oksigen yang memiliki 1 (satu) atau lebih elektron, yang tidak  berpasangan, sehingga sangat radikal dan reaktif. Akibatnya sel-sel menjadi rusak sehingga jaringan pembentuk organ pun menjadi rusak, dan dari situlah bermunculan bermacam macam penyakit, akibat kemunduran fungsi organ yang kita kenal dengan penyakit Degeneratif. Adapun sumber radikal bebas dari faktor Internal atau bersumber dari dalam diri kita sendiri antara lain: Stress, depresi, demas, radang dan luka, lelah berlebihan kerja dan olah raga yang berlebihan dan juga metabolisme normal dalam tubuh. Sedangkan faktor external radikal bebas antara lain: Polusi baik dari asap pabrik atau rokok yang kita hirup, juga dari obat-obatan, kemoterapi,  pestisida, insextisida, herbisida,  makanan, Sinar-X  atau rontgen, bakteri, virus dll. Akibat serangan dari radikal bebas ini menyebabkaan berbagai penyakit antara lain:  Diabetes, stroke, gagal ginjal, rematik, kanker, sakit jantung, problema kulit, Dan masih begitu banyak yang lainya

2.  Teori  Pakai dan Rusak (Wear and Tear Theory)

Menurut teori ini tubuh dan sel-selnya akan rusak karena banyak terpakai dan digunakan secara terus menerus dan berlebihan sepanjang hidup akan mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan akan mengalami kerusakan dan akhirnya meninggal. Organ tubuh antara lain hati, ginjal, lambung, kulit akan menurun fungsinya karena toxin di dalam makanan dan lingkungan kita yang kita hadapi tiap hari.

3. Teori Neuroendokrin

Teori ini menjelaskan tentang  “Kerusakan Akibat Pemakaian” dengan berfokus pada sistem neuroendokrin, jaringan biokimia rumit yang mengatur pelepasan hormon dan elemen-elemen vital tubuh lainnya. Ketika muda, hormon–hormon kita bekerja bersama-sama untuk mengatur berbagai fungsi-fungsi tubuh, termasuk respon kita terhadap panas, dingin dan aktifitas seksual kita. Kelenjar sebesar kacang kenari ini terletak dalam otak dan bertanggung jawab untuk reaksi berantai hormonal kompleks yang dikenal dengan nama lain “thermostat tubuh”. Hormon penting fungsinya untuk memperbaiki dan mengatur fungsi-fungsi tubuh. Sejalan dengan bertambahnya usia, tubuh memproduksi hormon-hormon dalam kadar yang lebih rendah dan dapat menyebabkan efek berbahaya, termasuk penurunan kemampuannya dalam memperbaiki tubuh dan mengatur tubuh. Produksi hormon sangat interaktif, produksi satu tetes hormon apapun akan mempengaruhi mekanisme secara keseluruhan, contohnya; menyampaikan sinyal pada organ-organ lain untuk melepaskan hormon lainnya dalam kadar yang lebih rendah sehingga bagian-bagian tubuh lainnya juga akan mengeluarkan hormon dalam kadar yang lebih rendah.

4. Teori Control Genetic

Teori penuaan-terencana berpusat pada program genetik sesuai DNA kita. Kita dilahirkan dengan kode genetik yang unik, sebuah kecendrungan tipe fisik dan fungsi mental yang telah ditentukan sebelumnya. Warisan genetik tersebut sangat menentukan seberapa cepat dan seberapa panjang kita hidup. Jika menggunakan gambaran kasar, dapat dibayangkan setiap manusia hadir di muka bumi bagaikan sebuah mesin yang sudah terprogram untuk menghancurkan dirinya sendiri. Semua orang memiliki jam biologis yang terus berdetak dan bisa berhenti kapan saja, lebih cepat atau lebih lama beberapa tahun. Ketika jam berhenti berdetak, itu merupakan pertanda bahwa tubuh kita mulai menua dan akhirnya akan mati.  Namun, sesuai dengan segala aspek warisan genetik kita, waktu yang berlaku pada jam genetik ini bervariasi, tergantung apa yang kita alami selama pertumbuhan dan bagaimana gaya hidup kita.

Sumber :

Desmita. (2005). PSIKOLOGI PERKEMBANGAN. Bandung : PT REMAJA ROSDAKARYA

dan dari beberapa sumber di web

Artikel yang berkaitan :

About these ads
  1. 21 Juni 2010 pukul 09:28

    Lansia merupakan tahap akhir dari tahapan perkembangan manusia. Saat ini lansia mengalami titik kritis pada ketidakberdayaan fisiknya yang telah menurun, masa pensiun telah tiba. Sehingga, perlu tetap ada aktivitas agar tetap ada semangat hidup dan merasa berguna dalam mengisi waktu.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 939 pengikut lainnya.