Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya. Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena psikologi perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.
Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan, diantaranya yaitu: 1) Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat usia/ perkembangannya. 2) Untuk mengetahui tingkat pemampuan individu pada setiap fase perkembangannya
Baca Selengkapnya . . .
Dewasa ini searah perkembangan zaman dan tehnologi banyak sekali terjadi penyalah gunaan untuk hal-hal yang negatif. Khususnya masa remaja, anak selalu mencari kesenangan semata tanpa memperdulikan akibat yang akan timbul dari perbuatannya itu yang biasa dinamakan kenakalan remaja.
Sebagian orang berpendapat bahwa masa muda sebagian saat yang paling indah dan nikmat. Penuh kegembiraan. Memang tidaklah salah, tetapi dikatakan benar seluruhnya adalah tidak mungkin, masalahnya tergantung dari segi memandangnya.
Jika dilihat dari kemauannya yang tanpa dikaitkan dengan masa depan, ia bebas berhura-hura, bermewah-mewah tanpa harus memeras kringat bagaimana mencari rupiah demi rupiah guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya ia sambil merayu dan dibubuhi alasan, jika tidak ditiruti dia akan pergi dari rumah (minggat).
Baca selengkapnya tentang contoh kenakalan remaja atau akibat kenakalan remaja. . .
Jakarta, Anak yang sedang puber biasanya mengalami penurunan kemampuan untuk belajar. Pubertas membuat anak menjadi cukup lama untuk menyelesaikan tugas yang mudah sekalipun. Apakah ini berarti pubertas membuat otak bodoh?
Sebuah studi menarik yang diterbitkan di edisi terbaru Science, seperti dilansir dari Time, Selasa (23/3/2010) memberikan sedikit gambaran tentang hal tersebut.
Sebuah tim dari State University of New York Downstate Medical Center, ingin mengetahui kemampuan belajar yang dipengaruhi oleh perubahan kimiawi otak yang terjadi saat pubertas. Read more…
Menurut Stephen R. Covey, IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu. IQ adalah alat kita untuk melakukan sesuatu letaklnya di otak bagian korteks manusia. Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan sesorang. Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Karena membuat sempit paradigma tentang keberhasilan, dan juga pemusatan pada konsep ini sebagai satu satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi (dalam Sukidi). Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Perkembangan, Psikologi Remaja, Tip & Trik
Tag:Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual, Faktor penghambat Kecerdasan Spiritual, Hubungan EQ SQ IQ, Kecerdasan Ganda, Kecerdasan Majemuk, Kecerdasan spiritual, Kecerdasan Spiritual Anak, Pengertian Kecerdasan Spiritual
Orang yang cerdas secara spiritual tidak memecahkan persoalan hidup hanya secara rasional atau emosional saja. Ia menghubungkannya dengan makna kehidupan secara spiritual yaitu melakukan hubungan dengan pengatur kehidupan. Contoh: Seorang anak diberitahu bahwa orang tuanya tidak akan sanggup menyekolahkannya ke Jerman, ia tidak putus asa. Ia yakin bahwa kalau orang itu bersungguh-sungguh dan minta pertolongan kepada Tuhan, ia akan diberi jalan. Bukankah Tuhan berfirman, “Orang-orang yang bersungguh-sungguh dijalan Kami, Kami akan berikan kepadanya jalan-jalan Kami”? Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Psikologi Perkembangan, Psikologi Remaja, Tip & Trik
Tag:Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual, Faktor penghambat Kecerdasan Spiritual, Hubungan EQ SQ IQ, Kecerdasan Ganda, Kecerdasan Majemuk, Kecerdasan spiritual, Kecerdasan Spiritual Anak, Pengertian Kecerdasan Spiritual
Menurut Munandir (2001 : 122) kecerdasan spritual tersusun dalam dua kata yaitu “kecerdasan” dan “spiritual”. Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, terutama masalah yang menuntut kemampuan fikiran. Berbagai batasan-batasan yang dikemukakan oleh para ahli didasarkan pada teorinya masing-masing. Selanjutnya Munandir menyebutkan bahwa Intelegence dapat pula diartikan sebagai kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi-abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu, kemampuan menangani situasi-situasi baru. Read more…
Setelah membaca beberapa artikel tentang “Dampak Internet Bagi Anak”, saya menemukan beberapa hal yang menarik, beberapa orang mengatakan berbahaya bagi anak, alasannya karena bahaya dari situs porno, menjadikan anak malas, anak menjadi lebih sering di depan komputer dari pada mengembangkan kecerdasan interpersonalnya dan membuat anak jarang berinteraksi dengan masyarakat. Kemudian ada alasan lagi tentang kesehatan, terutama kesehatan mata karena terlalu sering duduk di depan komputer.
INTERNET tak selamanya berdampak buruk bagi anak. Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Anak, Psikologi Remaja, Psikologi Sosial
Tag:Anak-Anak, Dampak Negatif Internet, Dampak Positif Internet, Internet Bagi Anak, Manfaat Internet, Pengaruh Internet, Perkembangan Anak
Sudah saya kupas pada postingan sebelumnya bahwa harga diri adalah penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan dan menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Begitu sangat pentingnya harga diri untuk selalu ditingkatkan untuk dapat mencapai hidup yang memiliki derajad dan martabat yang tinggi. Berawal dari diri sendirilah harga diri akan tumbuh.
Berikut ada tips dan trik untuk menumbuhkan dan meningkatkan harga diri Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Anak, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Remaja, Psikologi Sosial, Tip & Trik
Tag:Harga Diri, Harga Diri Remaja, Harga Diri Rendah, Meningkatkan Harga Diri, Perkembangan Remaja, Remaja
Kritik Saran Anda