Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas. Baca Selengkapnya . . .
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial
Tag:Artikel Psikologi, Jurnal Psikologi, Masa Dewasa Akhir, Perkembangan Dewasa Lansia, Perkembangan Psikososial, Psikologi Dewasa, Psikologi Lansia, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial
Salah satu pertanyaan yang paling banyak menimbulkan kontroversial dalam studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah kemampuan kognitif orang dewasa, seperti memori, kreativitas, intelegensi, dan kemampuan belajar, paralelel dengan penurunan kemampuan fisik.
Pada umumnya orang percaya bahwa proses belajar, memori, dan intelegensi mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus bertambahnya usia. Kecepatan dalam memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Selain itu, orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya.
Baca Selengkapnya . . .
Related Post:
Pengertian Pendidikan
Media Pembelajaran
Pengertian Remaja
Makalah Pendidikan
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial
Tag:Artikel Psikologi, Dewasa Akhir, Gaya Hidup Lansia, Jurnal Psikologi, Perkembangan Dewasa Lansia, Perkembangan Kognitif, Psikologi Dewasa, Psikologi Lansia, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, Psikososial Lansia, Teori Psikologi
Penuaan sesungguhnya merupakan proses dediffensiasi (de-growth) dari sel, yaitu proses terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel. Ada banyak teori yang menjelaskan masalah penuaan,antara lain :
1. Teori Radikal Bebas (Free Radical Theory)
Menurut teori ini sel-sel dalam tubuh dirusak oleh serangan yang terus menerus dari partikel kimia oksigen radikal bebas, yaitu Molekul Oksigen yang memiliki 1 (satu) atau lebih elektron, yang tidak berpasangan, sehingga sangat radikal dan reaktif. Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial
Tag:Jurnal Psikologi, Perkembangan Dewasa Lansia, Psikologi Dewasa, Psikologi Lansia, Psikologi Sosial, Sejarah Bimbingan Konseling, Sumber Psikologi, Teori Menjadi Tua, Teori Psikologi, tugas perkembangan
Setelah membaca beberapa artikel tentang “Dampak Internet Bagi Anak”, saya menemukan beberapa hal yang menarik, beberapa orang mengatakan berbahaya bagi anak, alasannya karena bahaya dari situs porno, menjadikan anak malas, anak menjadi lebih sering di depan komputer dari pada mengembangkan kecerdasan interpersonalnya dan membuat anak jarang berinteraksi dengan masyarakat. Kemudian ada alasan lagi tentang kesehatan, terutama kesehatan mata karena terlalu sering duduk di depan komputer.
INTERNET tak selamanya berdampak buruk bagi anak. Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Anak, Psikologi Remaja, Psikologi Sosial
Tag:Anak-Anak, Dampak Negatif Internet, Dampak Positif Internet, Internet Bagi Anak, Manfaat Internet, Pengaruh Internet, Perkembangan Anak
Sudah saya kupas pada postingan sebelumnya bahwa harga diri adalah penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya implisit dan tidak diverbalisasikan dan menggambarkan sejauh mana individu tersebut menilai dirinya sebagai orang yang memeiliki kemampuan, keberartian, berharga, dan kompeten.
Begitu sangat pentingnya harga diri untuk selalu ditingkatkan untuk dapat mencapai hidup yang memiliki derajad dan martabat yang tinggi. Berawal dari diri sendirilah harga diri akan tumbuh.
Berikut ada tips dan trik untuk menumbuhkan dan meningkatkan harga diri Read more…
Categories: Ilmu Psikologi, Jurnal Psikologi, Psikologi Anak, Psikologi Dewasa, Psikologi Perkembangan, Psikologi Remaja, Psikologi Sosial, Tip & Trik
Tag:Harga Diri, Harga Diri Remaja, Harga Diri Rendah, Meningkatkan Harga Diri, Perkembangan Remaja, Remaja
Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan menurut Dariuszky (2004) yang menghambat perkembangan harga diri adalah : Perasaan takut , yaitu kekhawatiran atau ketakutan (fear).
Dalam kehidupan sehari-hari individu harus menempatkan diri di tengah-tengah realita. Ada yang menghadapi fakta-fakta kehidupan dengan penuh kebenaran, akan tetapi ada juga yang menghadapinya dengan perasaan tidak berdaya. Ini adalah tanggapan negatif terhadap diri, sehingga Read more…
Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll. Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas. Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’. Read more…
Kritik Saran Anda