Forum


Kita semua tahu bahwa perkembangan konseling di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan, walaupun kemajuan tersebut berjalan dengan lambat.Pada tahun 1995 dengan dilakukannya kongres dan Konvensi Nasional IPBI (sekarang ABKIN) telah dimulai suatu gerakan untuk menemukan konseling yang bercirikan budaya Indonesia. Saat itu, pemerhati masalah Bimbingan dan Konseling telah menyadari akan perlunya identitas konseling di Indonesia.
Terbentuknya ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) merupakan tonggak bersejarah bagi pelaksanaan konseling di Indonesia. Sebagai calon-calon konselor diharapkan dapat meningkatkan profesionalitasnya sebagai konselor dan berprilaku sebagai konselor sejati.
Namun demikian banyak sekali fenomena di lapangan yang bertindak malah sebaliknya yang dapat menimbulkan image konselor menjadi negatif.

Banyak konselor yang belum mempunyai kempuan dan pengetahuan yang belum memenuhi standart menjadi konselor sudah memberanikan diri untuk menjadi konselor terutama di sekolah.

Disini kita bisa saling tukar menukar pemikiran, pengalaman dan cerita-certia yang bertajuk Ilmu psikologi dan Bimbingan Konseling.

Kita dapat berdiskusi membahas bagaimana cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan profesionalisme konselor di Indonesia.

SELAMAT BERDISKUSI

  1. MDP.Harjono
    12 Maret 2010 pukul 14:38

    Sebelumnya saya ucapkan “Apa kabar Psikologi Indonesia”, kalimat ini layak saya ucapkan krn saya melihat peran psikologi di Indonesia jarang nampak, saya jadi teringat ketika saya menyelesaikan skripsi di RSJ SBY(th93an), salah satu dokter bilang orang psikologi itu seperti membangun rumah di awang-awang sedang rumah nyatanya ditempati oleh dokter-dokter, dan kata2 ini masih terus saya ingat.Setelah tahun berganti hingga tahun 2010 ini ternyata ungkapan dokter tadi masih relevan.Psikologi masih saja jadi barang yang sangat eksklusif bagi masyarakat menengah kebawah, atau memang orang2 psiklologi mengeksklusifkan diri seperti ungkapan pak Darmanto jatman ttg sindrom kemaki.Saya pernah tahun 2007-2008 sering melakukan tukar pikiran dengan para pendidik dan ortu siswa di pelosok desa di timur jawa timur, disitu ada “kehausan” mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang psikologi.Sy ingin sarjana psikologi masuk puskesmas, 1 puskesmas harus ada 1 sarjana Psikologi,setiap fasilitas pendidikan dan pelatihan harus ada 1 sarjana Psikologi,lembaga bimbingan belajar harus ada sarjana psikologi dan minta pemerintah memfasilitasi seperti layaknya pada para dokter,Apoteker,Ahli Gizi. HIMPSI harus perjuangkan ini ke kementerian terkait seperti Menkes, Mensos dan Mendiknas, hal ini mutlak harus cepat direalisasikan karena psikologi harus dikonsumsi oleh semua lapisan dan tidak boleh terhadang oleh alasan pendidikan, ekonomi dsb, kita semua tahu bahwa konsep kesehatan dan pendidikan masyarakat harus secara holistik.Psikologi harus berkembang beriringan dengan perkembangan masyarakat. Para insan Psikologi harus mengadakan GERAKAN MEMASYARAKATKAN PSIKOLOGI DAN MEMPSIKOLOGIKAN MASYARAKAT, Juga harus diingat harus menggandeng/mengajak para sarjana psikologi yang berkecimpung (bekerja) diluar psikologi untuk turut serta berperan dan mensukseskan, Salam …..

  2. maria ulfah
    30 Maret 2010 pukul 23:21

    Wah hebat betul idenya. Saya setuju bangets. Secara saya juga lulusan psikologi, tapi ngerasa ilmu ini masih dimarjinalkan. Sekarang pemerintah lebih perduli dengan pembangunan fisik dimana2, lupa dengan pembangunan psikis warganya. Alhasil, di Indonesia banyak sdm tapi agresif2, korup2, tidak berempati dan lain sebagainya.

  3. Bagus Cakra
    7 September 2010 pukul 04:40

    wah, sangat setuju sayah…., walau saya tidak ada latar belakang pendidikan psikologi, tapi saya memiliki ketertarikan pada psikologi praktis,oke mari kita berdiskusi :3

  4. 8 April 2011 pukul 05:57

    “HIMPSI harus perjuangkan ini ke kementerian terkait seperti Menkes, Mensos dan Mendiknas, hal ini mutlak harus cepat direalisasikan karena psikologi harus dikonsumsi oleh semua lapisan dan tidak boleh terhadang oleh alasan pendidikan, ekonomi dsb, kita semua tahu bahwa konsep kesehatan dan pendidikan masyarakat harus secara holistik.”

    Hal ini sangat benar

  5. 23 September 2011 pukul 20:58

    bagaimna kalau adik saya tidak mau sekolah dan saya tanya mau kamu apa tidak mau sekolah itu…
    dia malah tidak jawab pertanyaan saya sama sekali … bahkan dia lebih memilih untuk diam …
    adik saya umurnya 16 tahun masih ABG …
    mohon bantuannya..
    sekian terima kasih

  6. 19 Oktober 2011 pukul 16:54

    tanya ne, minta materi tentang psikologi minat dan hobi manusia. Pembagian / penggolongan hobi dan minat seseorang + sumbernya….makasih….

  7. 12 November 2011 pukul 05:24

    sangat setuju. apalagi melihat masalah2 yang timbul di negara kita tercinta ini seringkali bukan masalah otak tapi masalah psikis. hayooo bagaimana kondisi psikis para koruptor itu…apa yang melandasi mereka berbuat seperti itu (terkupas dalam psiko sosial)

  8. 9 Desember 2011 pukul 01:50

    iLMU AGAMA DAN APLIKASI DARI ILMU ITULAH YANG DAPAT MENYELESAIKAN SEMUA MASALAH.

  9. dony danang
    7 Maret 2012 pukul 09:52

    mau tanya nih klo lulusan S1 psikologi itu biasanya kerjanya jadi apa ya??? kebetulan saya sedang kuliah S1 di Psikologi Unair masih semester2. mohon informasinya yaa. dan apakah sarjana Psikologi itu menjanjikan di dunia kerja nanti

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: