Arsip

Posts Tagged ‘masa remaja’

Memelihara Etika Pergaulan

26 September 2010 1 komentar

etika bergaulBeberapa waktu lalu saya sudah memaparkan tentang Tata Krama Dalam Bergaul. Di postingan tersebut sebagian dari arti pergaulan dan rambu-rambu dalam pergaulan sudah saya jabarkan. Pada artikel kali ini saya akan mengupas lebih lanjut tentang Memelihara Etika Pergaulan, yang mana apa saja yang berkaitan dengan etika pergaulan akan saya bicarakan disini.

A. Apakah Etika Pergaulan itu ?

Etika pergaulan yaitu sopan santun / tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.

Baca selengkapnya . . .

Apakah Puber Bikin Bodoh?

23 Maret 2010 3 komentar

Jakarta, Anak yang sedang puber biasanya mengalami penurunan kemampuan untuk belajar. Pubertas membuat anak menjadi cukup lama untuk menyelesaikan tugas yang mudah sekalipun. Apakah ini berarti pubertas membuat otak bodoh?

Sebuah studi menarik yang diterbitkan di edisi terbaru Science, seperti dilansir dari Time, Selasa (23/3/2010) memberikan sedikit gambaran tentang hal tersebut.

Sebuah tim dari State University of New York Downstate Medical Center, ingin mengetahui kemampuan belajar yang dipengaruhi oleh perubahan kimiawi otak yang terjadi saat pubertas. Baca selengkapnya…

Pengertian Emosi

27 Desember 2009 10 komentar

EmosiPengertian Emosi

Dalam kehidupan banyak sekali permasalahan, dalam berita-berita banyak dikabarkan orang masuk bui hanya karena tidak dapat menahan emosi. Pemukulan, adu fisik dan bahkan pembunuhan. Alangkah sayangnnya permasalah itu timbul hanya karena masalah sepele dan emosi yang meluap-luap. Beberapa kejadian buruk diakibatkan karena emosi, sungguhnya emosi sendiri itu apa? banyak pakar psikologi yang meguraikan emosi itu seperti apa, yaitu :

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Baca selengkapnya . . .

Related Post:

Pengertian Pendidikan

Media Pembelajaran

Pengertian Remaja

Makalah Pendidikan

Artikel yang berkaitan :

Pengertian Kepercayaan Diri

25 Desember 2009 11 komentar

Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.

Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede/kepercayaan diri itu? Baca selengkapnya…

Pengertian Kecerdasan Emosional (EQ)

15 Desember 2009 10 komentar

Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Daniel Goleman (1999), adalah salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan Emotional Quotient (EQ).

Steiner (1997) menjelaskan kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi. Senada dengan definisi tersebut, Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.

Baca selengkapnya . . .

Dimensi Remaja Menurut Perkembangannya

11 Desember 2009 3 komentar

Bagaimana sebuah karakter itu berkembang? Dapatkah karakter ini diolah? Jika bisa, cara efektif apa yang dapat meningkatkan sebuah karakter? Bagaimana peran keluarga, sekolah, teman, dan komunitas? Untuk menjawab semua pertanyaa di atas, saya memulai dengan beberapa pandangan tentang nilai kebaikan yang dikemukakan oleh ahli filsafat. Berdasarkan Aristotle, nilai-nilai moral menggambarkan – sungguh-sungguh- menegaskan karakter individu dan dapat diajarkan dan diperoleh dengan memberi pelatihan kepada mereka. Aquinas berpendapat bahwa nilai kebaikan adalah sebuah kebiasaan dimana setiap orang dapat berkembang dengan memilih mana yang baik dan bertindak sesuai dengan hal tersebut. Maudsley (1898) juga menegaskan bahwa karakter mengembangkan secara berangsur-angsur secara keseluruhan kehidupan dan tidak hanya berpikir dan berbicara belaka. Jadi, tidak seperti keputusan moral- yang sadar- karakter ditambahkan dengan kemampuan emosional dan tingkah laku.

Baumrind (1994, 4) memberikan definisi karakter sebagai berikut : “ Karakter menunjuk pada kebiasaan positif dan sudah diolah sebagai tanggung jawab social, komitmen moral, disiplin diri, dan kemantapan dengan kumpulan seluruh orang yang dinilai menjadi tidak sempurna, cukup memadai, atau patut dicontoh.” Variasi gagasan-gagasan tentang nasehat nilai secara terus menerus dimana karakter dapat diolah dengan pengasuhan yang baik, lembaga sekolah, dan sosialisasi, dan hal ini dapat dengan segera menjadi kebiasaan sehari-hari. Baca selengkapnya…

Aku Harus Kemana?? (Fenomena Remaja)

11 Desember 2009 4 komentar

Keluarga sebagai institusi terkecil dalam masyarakat memiliki peran sentral dan tanggung jawab besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak/remaja. Seperti, ibu, ayah, kakak, dan sebagainya unsur di dalam keluarga. Orang tua sebagai sub sistem di dalam keluarga, oleh remaja di jadikan tempat utama yang tepat untuk mengadu (curhat), termasuk kebutuhan remaja akan. pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Supaya tidak terjadi kesenjangan perlu juga keluarga terutama orang tua di bekali informasi serta pemahaman tentang kesehatan reproduksi, sehingga dapat disampaikan kembali secara jujur dan benar kepada anak remajanya.

Program pelayanan kesehatan reproduksi merupakan program yang melibatkan berbagai sektor. Unsur-unsur pemerintahan baik itu BKKBN, Departemen Kesehatan, Dinas sosial, Departermen Agama, Depdiknas, Pemerintah daerah, LSM yang concern terhadap permasalahan Kesehatan reproduksi remaja seperti PKBI, LSM yang menangani permasalahan AIDS, dan lain-lain organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan. Pemerintah sebagai penentu kebijakan sebaiknya dapat mendukung kegiatan-kegiatan yang telah ada dan diprakarsai oleh remaja. Sehingga dengan keperdulian serta dukungan tersebut, apa yang diharapkan untuk mencapai remaja yang bertanggung jawab dapat terwujud. Baca selengkapnya…