Perkembangan Psikososial Masa Dewasa Akhir

Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas. Baca Selengkapnya . . .

 

 

About these ads
  1. 20 Juni 2010 pukul 13:17 | #1

    Apakah tekanan yang membuat orang tua menarik diri dari keterlibatan sosial memang sudah pasti terjadi pada setiap lansia?
    terima kasih

  2. 21 Juni 2010 pukul 08:53 | #2

    “Sedikit menambahkan, tumbuh kembang dewasa muda, menengah dan akhir berbeda. Persamaannya dilihat dari tanda-tanda memasuki usia dewasa seseorang/individu yaitu:
    1. membuat keputusan penting dalam menunjang karir, kesehatan dan hubungan personalnya,
    2. Memiliki kedudukan dan peranana sebagai orang penting seperti pekerja, orang tua dan pasangan hidup.
    3. Mencapai kematangan psikologis sebagai orang dewasa dan segala macam tanggung jawabnya serta berpikir sistematis dan analitis.
    Saat individu memasuki dewasa akhir, mulai terlihat gejala penurunan fisik dan psikologis, perkembangan intelektual dalam lambatnya gerak motorik, pencarian makna hidup selanjutnya. Menurut erikson tahap dewasa akhir memasuki tahap integrity vs despair yaitu kemampuan perkembangan lansia mengatasi krisis psikososialnya. Banyak stereotip positif dan negatif yang mampu mempengaruhi kepribadian lansia. Integritas ego penting dalam menghadapi kehidupan dengan puas dan bahagia. Hal ini berdampak pada hub.sosial dan produktivitasnya yang puas. Lawannya adalah despair yaitu rasa takut mati dan hidup terlalu singkat, rasa kekecewaan. Beberapa cara hadapi krisis dimasa lansia adalah tetap produktif dalam peran sosial, gaya hidup sehat, dan kesehatan fisik.

    • 30 Oktober 2010 pukul 02:12 | #3

      Terima kasih atas tambahannya, bisa menjadi bahan materi lagi sebagai pelengkap tentang perkembangan masa dewasa

  3. 21 Juni 2010 pukul 09:22 | #4

    masa dewasa lanjut usia merupakan masa tengah yang berada antara masa lanjut usia dan masa dewasa awal bagi ankanya. Perlu memperhatikan khusus bagi orangtuanya yang sudah menginjak lansia dan anaknya yang butuh dukungan juga untuk menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab. Di samping itu permasalahan dari diri sendiri dengan perubahan fisik, mulai tanda penuaan yang cukup menyita perhatian.

  4. 29 September 2010 pukul 19:31 | #5

    tlong krim perkembangn masa dewasa akhir

    • ayu
      16 April 2012 pukul 19:20 | #6

      ketika seorang yang berumur lansia tapi ingin sekali bersikap seperti ketika ia masih muda dianggagap wajar ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 938 pengikut lainnya.